Mengenal Role di PUBG Mobile: IGL, Rusher, Support, Scout dan Sniper

Ketika bermain PUBG Mobile bersama teman, mungkin kamu pernah mempunyai satu anggota squad yang selalu maju paling depan.
Ada yang lebih suka menjaga jarak sambil menggunakan scope.
Ada yang sering memberikan informasi posisi musuh.
Ada pula satu orang yang selalu mengatakan:
“Rotasi sekarang.”
“Ambil compound itu.”
“Jangan fight, masuk zona dulu.”
“Lewat kanan, jangan lewat jalan utama.”
Tanpa disadari, sebenarnya setiap pemain sudah mulai mempunyai kecenderungan role atau peran masing-masing.
Dalam permainan Classic, pembagian role mungkin tidak terlalu diperhatikan. Empat pemain bisa bergerak bersama dan melakukan apa yang mereka inginkan.
Namun ketika mulai masuk ke scrim dan turnamen PUBG Mobile, pembagian tugas menjadi jauh lebih penting.
Sebuah squad bukan sekadar kumpulan empat pemain yang mempunyai aim bagus.
Tim membutuhkan komunikasi.
Tim membutuhkan pemimpin.
Tim membutuhkan pemain yang mampu membuka pertempuran.
Tim membutuhkan informasi.
Dan setiap pemain harus mengetahui apa yang menjadi tanggung jawabnya.
Karena itu, jika kamu mempunyai mimpi menjadi pro player PUBG Mobile, salah satu hal yang perlu dipahami adalah:
Role apa yang paling cocok dengan gaya bermainmu?
Apakah IGL?
Rusher?
Support?
Scout?
Atau Sniper?
Mari kita bahas satu per satu.
Apa Itu Role dalam PUBG Mobile?
Role adalah peran atau tanggung jawab yang dijalankan seorang pemain di dalam squad.
Berbeda dengan game yang secara resmi mengunci karakter berdasarkan role tertentu, pembagian role di PUBG Mobile cenderung lebih fleksibel.
Seorang pemain tidak otomatis menjadi Support hanya karena membawa banyak healing.
Begitu pula pemain tidak otomatis menjadi Sniper hanya karena menemukan AWM.
Role lebih berkaitan dengan fungsi yang dijalankan pemain untuk membantu strategi tim.
Dalam satu pertandingan, fungsi tersebut bahkan bisa berubah sesuai kondisi.
Seorang Scout bisa ikut menjadi fragger ketika team fight.
IGL tetap harus mampu menembak.
Rusher juga harus bisa memberikan informasi.
Support tetap harus mampu memenangkan duel.
Karena itu pembagian role bukan berarti pemain hanya boleh melakukan satu pekerjaan.
Tujuannya adalah membuat setiap anggota mengetahui tanggung jawab utamanya.
Mengapa Squad PUBG Mobile Membutuhkan Pembagian Role?
Bayangkan empat pemain melihat musuh.
Pemain pertama mengatakan maju.
Pemain kedua mengatakan mundur.
Pemain ketiga sudah melempar grenade.
Pemain keempat malah membawa kendaraan pergi.
Hasilnya?
Kacau.
Skill individual mungkin bagus, tetapi tim tidak mempunyai sistem.
Dalam pertandingan kompetitif, keputusan harus dibuat dengan cepat.
Siapa yang menentukan rotasi?
Siapa yang memberikan informasi?
Siapa yang membuka fight?
Siapa yang menjaga angle?
Siapa yang membantu pemain yang knock?
Pembagian role membantu menjawab pertanyaan tersebut.
Ketika setiap pemain memahami tugasnya, komunikasi menjadi lebih efisien dan squad dapat mengambil keputusan sebagai satu kesatuan.
1. IGL – In-Game Leader
IGL merupakan singkatan dari In-Game Leader.
Sederhananya, IGL adalah pemimpin di dalam pertandingan.
Ini merupakan salah satu role paling penting dalam squad kompetitif PUBG Mobile.
IGL biasanya bertanggung jawab mengambil keputusan strategis.
Contohnya:
kapan melakukan rotasi,
jalur mana yang digunakan,
compound mana yang ingin diambil,
apakah harus melakukan fight,
kapan mundur,
bagaimana menghadapi zona,
dan bagaimana tim merespons posisi lawan.
Ketika situasi pertandingan berubah, IGL harus mampu mengambil keputusan dengan cepat.
IGL Bukan Sekadar Pemain yang Paling Banyak Bicara
Kesalahan yang sering terjadi pada squad baru adalah menunjuk pemain paling cerewet sebagai IGL.
Padahal menjadi IGL membutuhkan lebih dari sekadar berani memberikan perintah.
IGL harus mempunyai game sense yang kuat.
Ia harus membaca map.
Memahami zona.
Mengingat informasi posisi tim lain.
Memperkirakan jalur rotasi.
Memahami kemampuan squad.
Dan mengambil keputusan berdasarkan risiko.
Misalnya zona berikutnya muncul cukup jauh.
Tim mempunyai dua kendaraan.
Ada dua kemungkinan jalur.
Jalur pertama lebih cepat tetapi melewati area yang kemungkinan dijaga lawan.
Jalur kedua lebih aman tetapi membutuhkan waktu lebih lama.
IGL harus memilih.
Keputusan tersebut bisa menentukan nasib seluruh squad.
Skill yang Dibutuhkan Seorang IGL
Seorang IGL idealnya mempunyai beberapa kemampuan:
Map awareness yang bagus.
Ia harus memperhatikan keadaan pertandingan secara keseluruhan.
Decision making.
Tidak ada waktu berpikir lima menit ketika zona bergerak.
Komunikasi jelas.
Instruksi harus singkat dan mudah dipahami.
Mental tenang.
Ketika satu anggota knock, IGL tidak boleh langsung panik.
Kemampuan membaca risiko.
Tidak semua fight harus diambil.
IGL juga harus mau mengakui kesalahan.
Kalau rotasi yang dipilih ternyata buruk, evaluasi setelah pertandingan.
Jangan selalu menyalahkan anggota squad.
Apakah IGL Harus Paling Jago Menembak?
Tidak.
Aim tentu tetap penting.
Namun pemain dengan aim terbaik belum tentu cocok menjadi IGL.
Seorang pemain bisa mempunyai kemampuan mekanik luar biasa tetapi kesulitan mengambil keputusan strategis.
Sebaliknya, pemain lain mungkin tidak selalu menjadi top fragger tetapi mampu membaca pertandingan dengan sangat baik.
Nilai seorang IGL sering kali terlihat dari keputusan yang membuat seluruh tim berada dalam posisi menguntungkan.
2. Rusher
Kalau IGL adalah otak yang mengarahkan tim, Rusher biasanya menjadi salah satu ujung tombak dalam pertempuran.
Rusher adalah pemain yang mempunyai kemampuan kuat dalam pertarungan agresif, terutama ketika tim harus melakukan push terhadap posisi lawan.
Role ini cocok untuk pemain yang mempunyai:
aim bagus,
refleks cepat,
movement kuat,
keberanian,
dan kemampuan mengambil keputusan dalam situasi jarak dekat.
Namun ada satu kesalahpahaman besar.
Rusher bukan berarti pemain yang selalu lari paling depan.
Rusher yang maju tanpa informasi justru dapat merugikan tim.
Tugas Rusher dalam Team Fight
Ketika squad memutuskan menyerang sebuah compound, Rusher bisa menjadi pemain yang membuka tekanan.
Namun ia tetap membutuhkan dukungan.
Sebelum maju, tim harus mengetahui posisi lawan.
Grenade bisa digunakan.
Smoke disiapkan.
Angle dijaga.
Barulah Rusher mempunyai ruang untuk bergerak.
Rusher profesional bukan sekadar berani.
Ia tahu kapan agresif dan kapan berhenti.
Ini yang membedakan aggression dengan reckless play.
Skill yang Dibutuhkan Rusher
Rusher membutuhkan kemampuan mekanik tinggi.
Terutama:
close-range combat,
movement,
prefire,
penggunaan throwable,
tracking,
dan positioning.
Selain itu Rusher harus mampu memberikan informasi sangat cepat.
Misalnya:
“Satu knock lantai dua.”
“Dua di tangga.”
“Push sekarang.”
Informasi beberapa detik saja bisa menentukan apakah rekan tim ikut masuk atau mempertahankan posisi.
Rusher Bukan Pemain Solo
Ini penting bagi pemain yang terbiasa Classic.
Jangan berpikir menjadi Rusher berarti harus mendapatkan empat kill sendirian.
Dalam permainan kompetitif, satu knock saja bisa membuka kesempatan bagi seluruh tim.
Kalau berhasil mendapatkan satu lawan lalu rekan menyelesaikan sisanya, tugas tetap berhasil.
Yang dicari adalah kemenangan squad, bukan highlight pribadi.
3. Support
Nama Support kadang membuat pemain mengira role ini hanya bertugas membawa healing atau melakukan revive.
Padahal fungsi Support jauh lebih luas.
Support membantu memastikan pemain lain dapat menjalankan tugasnya secara maksimal.
Dalam team fight, Support bisa memberikan cover fire.
Menggunakan smoke.
Melempar grenade.
Menjaga angle.
Membantu revive.
Menutup jalur lawan.
Atau melindungi Rusher ketika melakukan push.
Role ini membutuhkan pemain yang sangat memahami situasi.
Utility Adalah Senjata Penting Support
PUBG Mobile bukan hanya permainan senjata api.
Throwable seperti grenade, smoke dan utility lainnya dapat mengubah jalannya pertempuran.
Bayangkan satu rekan knock di area terbuka.
Tanpa smoke, melakukan revive sangat berbahaya.
Support yang cepat memberikan smoke dapat menciptakan kesempatan menyelamatkan rekan.
Dalam situasi lain, grenade yang ditempatkan dengan tepat dapat memaksa lawan keluar dari cover.
Karena itu pemain Support sebaiknya mempunyai pemahaman utility yang bagus.
Support Tidak Berarti Pemain Lemah
Ini juga salah satu kesalahpahaman umum.
Support bukan posisi yang diberikan kepada pemain dengan aim paling buruk.
Dalam pertandingan kompetitif, setiap anggota squad harus mampu memenangkan duel.
Support bisa saja menjadi pemain terakhir yang hidup dan harus melakukan clutch.
Karena itu kemampuan mekanik tetap penting.
Perbedaannya hanya pada prioritas tugas.
4. Scout
Scout merupakan pemain yang mempunyai tugas besar dalam mencari informasi.
Informasi merupakan salah satu resource terpenting dalam PUBG Mobile.
Mengetahui posisi lawan dapat membuat tim memilih rotasi yang lebih aman.
Scout dapat bergerak untuk mengecek:
compound,
jalur rotasi,
posisi tim lain,
kendaraan,
terrain,
dan area yang berpotensi digunakan squad.
Namun tugas ini sangat berisiko.
Scout sering bergerak lebih jauh dibandingkan anggota lainnya.
Satu kesalahan bisa membuatnya tereliminasi sendirian.
Scout Harus Pandai Bertahan Hidup
Scout bukan pemain yang dikirim untuk mati demi mendapatkan informasi.
Scout yang bagus harus mengetahui cara mendapatkan informasi dengan risiko seminimal mungkin.
Ia harus memahami:
cover,
terrain,
jalur keluar,
kendaraan,
jarak dengan tim,
dan kemungkinan posisi musuh.
Misalnya squad ingin mengambil compound.
Daripada seluruh anggota langsung masuk, Scout bisa terlebih dahulu mencari informasi apakah tempat tersebut kosong atau ditempati lawan.
Informasi tersebut membantu IGL mengambil keputusan.
Scout dan IGL Harus Memiliki Komunikasi Bagus
Hubungan Scout dan IGL sangat penting.
Scout memberikan informasi.
IGL menggunakan informasi tersebut untuk membuat keputusan.
Contohnya:
“Compound depan ada satu squad.”
“Jalur kanan kosong.”
“Ada kendaraan dua di belakang bukit.”
Informasi harus jelas.
Jangan memberikan kesimpulan tanpa data.
Daripada mengatakan:
“Kayaknya aman.”
Lebih baik:
“Belum terlihat musuh, pintu rumah masih tertutup, kendaraan tidak ada.”
IGL kemudian menentukan apakah tim akan masuk atau tidak.
5. Sniper
Sniper merupakan role yang paling mudah dikenali pemain baru.
Pemain Sniper biasanya mempunyai kemampuan bagus dalam pertempuran jarak jauh.
Namun Sniper kompetitif bukan sekadar orang yang membawa senjata sniper.
Tugasnya bisa meliputi:
mencari opening knock,
mengontrol area,
memberikan informasi,
menekan pergerakan lawan,
dan menjaga angle jarak jauh.
Satu knock dari jarak jauh dapat mengubah keadaan.
Tim lawan harus melakukan revive.
Pergerakan mereka terhambat.
Squad kemudian bisa melakukan rotasi atau push.
Sniper Membutuhkan Kesabaran
Pemain yang cocok menjadi Sniper biasanya mempunyai aim presisi dan kesabaran.
Menembak terlalu cepat dapat mengungkap posisi tim.
Karena itu seorang Sniper harus mengetahui kapan tembakan benar-benar memberikan keuntungan.
Dalam beberapa kondisi, informasi posisi lawan lebih berharga daripada mencoba mendapatkan hit yang peluangnya kecil.
Apakah Squad Harus Selalu Punya Sniper?
Tidak selalu.
Inilah mengapa role PUBG Mobile bersifat fleksibel.
Strategi tim, map dan META kompetitif dapat memengaruhi pembagian tugas.
Tidak semua squad harus mempunyai satu pemain yang secara permanen menjadi Sniper.
Pemain tertentu bisa mengambil fungsi tersebut ketika senjata dan situasi mendukung.
Karena itu jangan memaksakan komposisi hanya karena merasa:
“Tim PUBG harus ada Sniper.”
Yang dibutuhkan adalah fungsi yang sesuai dengan strategi squad.
Role PUBG Mobile Bisa Tumpang Tindih
Dalam praktiknya, pembagian role tidak selalu seperti:
Pemain A = IGL.
Pemain B = Rusher.
Pemain C = Support.
Pemain D = Scout.
Selesai.
Satu pemain bisa mempunyai dua fungsi.
IGL sekaligus fragger.
Scout sekaligus Rusher.
Support sekaligus secondary caller.
Fleksibilitas sangat penting karena situasi pertandingan selalu berubah.
Jika Rusher tereliminasi, bukan berarti tim tidak bisa melakukan push lagi.
Anggota lain harus mampu mengambil alih fungsi tersebut.
Apa Itu Fragger?
Selain lima role tadi, kamu mungkin sering mendengar istilah Fragger.
Fragger adalah pemain yang mempunyai kemampuan mendapatkan eliminasi secara konsisten.
Rusher sering sekaligus menjadi Fragger, tetapi keduanya tidak selalu sama.
Rusher lebih berkaitan dengan fungsi agresif dalam membuka atau menekan pertarungan.
Fragger lebih mengarah kepada kemampuan menghasilkan eliminasi.
Sebuah squad biasanya membutuhkan pemain dengan firepower kuat agar mampu memenangkan team fight.
Apa Itu Secondary Caller?
IGL juga tidak harus mengambil semua keputusan sendirian.
Beberapa tim mempunyai secondary caller.
Pemain ini membantu memberikan masukan ketika IGL tidak mempunyai informasi lengkap atau sedang fokus pada hal lain.
Misalnya Scout melihat jalur tertentu.
Ia dapat memberikan rekomendasi.
Namun keputusan akhir tetap harus jelas supaya tim tidak menerima dua instruksi berbeda pada waktu yang sama.
Cara Menentukan Role yang Cocok
Sekarang pertanyaan terpenting:
Role mana yang cocok untukmu?
Coba lihat kebiasaan ketika bermain.
Kalau kamu senang membaca zona, menentukan rotasi dan memberikan instruksi, mungkin mempunyai potensi sebagai IGL.
Kalau mekanik kuat dan nyaman melakukan close combat, coba Rusher.
Kalau kamu suka membantu rekan, pandai menggunakan utility dan menjaga posisi, Support bisa cocok.
Kalau mempunyai map awareness tinggi dan suka mencari informasi, coba Scout.
Kalau aim jarak jauh bagus dan sabar menunggu kesempatan, kamu mungkin nyaman menjalankan fungsi Sniper.
Tetapi jangan menentukan role hanya berdasarkan apa yang terlihat keren.
Uji dalam pertandingan.
Scrim Adalah Tempat Terbaik Menguji Role
Di artikel sebelumnya kita sudah membahas Apa Itu Scrim PUBG Mobile.
Scrim merupakan tempat yang sangat bagus untuk menguji pembagian role.
Coba jalankan beberapa pertandingan.
Setelah itu evaluasi.
Apakah IGL mampu mengambil keputusan?
Apakah Rusher terlalu sering knock pertama?
Apakah Scout terlalu jauh dari tim?
Apakah Support terlambat memberikan utility?
Apakah komunikasi Sniper memberikan informasi yang berguna?
Dari situ squad bisa melakukan perubahan.
Role tidak harus permanen sejak hari pertama.
Jangan Berebut Menjadi Rusher
Pada squad baru, sering kali semua pemain ingin menjadi Rusher.
Alasannya sederhana.
Role ini terlihat keren.
Masuk compound.
Mendapatkan kill.
Membuat highlight.
Tetapi kalau empat orang semuanya ingin maju, siapa yang memberikan informasi?
Siapa menjaga angle?
Siapa memberikan smoke?
Siapa menentukan keputusan?
Tim yang kuat membutuhkan keseimbangan.
Terkadang pemain yang melakukan pekerjaan paling tidak terlihat justru mempunyai kontribusi sangat besar.
Komunikasi Lebih Penting daripada Nama Role
Tidak ada gunanya mempunyai pembagian role sempurna kalau komunikasi buruk.
IGL mengatakan rotasi tetapi tidak ada yang mengikuti.
Scout mendapatkan informasi tetapi tidak menyampaikannya.
Rusher maju tanpa memberi tahu.
Support tidak mengetahui siapa yang membutuhkan bantuan.
Semua role saling berhubungan.
PUBG Mobile kompetitif adalah permainan informasi dan koordinasi.
Empat pemain yang bergerak sebagai satu unit biasanya jauh lebih berbahaya dibandingkan empat pemain hebat yang bermain sendiri-sendiri.
Role dan Jalan Menjadi Pro Player PUBG Mobile
Kalau ingin menjadi pro player, memiliki role utama dapat membantu membangun identitas sebagai pemain.
Ketika mengikuti trial, tim biasanya tidak hanya bertanya seberapa tinggi rank kamu.
Mereka perlu mengetahui:
Apa kemampuan terbaikmu?
Apa fungsi yang bisa kamu berikan kepada roster?
Apakah kamu caller?
Apakah firepower kuat?
Apakah map awareness bagus?
Apakah kamu bisa melakukan scouting?
Apakah utility usage bagus?
Semakin jelas kelebihanmu, semakin mudah mengetahui nilai yang bisa kamu berikan kepada sebuah tim.
Namun jangan berhenti belajar role lain.
Pemain profesional harus fleksibel.
Roster berubah.
Strategi berubah.
META berubah.
Kebutuhan tim juga berubah.
Kesimpulan: Squad Hebat Bukan Berisi Empat Pemain yang Sama
PUBG Mobile kompetitif membutuhkan lebih dari sekadar aim.
Squad membutuhkan pemain dengan fungsi yang saling melengkapi.
IGL membantu menentukan arah permainan dan mengambil keputusan.
Rusher memberikan tekanan dan membantu membuka pertarungan.
Support menjaga kestabilan tim melalui cover, utility dan bantuan dalam team fight.
Scout mencari informasi yang membantu menentukan rotasi dan strategi.
Sniper memberikan ancaman jarak jauh serta mencari opening yang dapat mengubah jalannya pertandingan.
Namun pembagian tersebut bukan aturan mutlak.
Role PUBG Mobile bersifat fleksibel.
Seorang pemain bisa menjalankan lebih dari satu fungsi dan harus siap beradaptasi sesuai situasi.
Kalau mempunyai mimpi menjadi pro player PUBG Mobile, jangan hanya bertanya:
“Aim saya sudah bagus belum?”
Mulailah bertanya:
“Apa yang bisa saya berikan kepada sebuah tim?”
Mungkin kamu bukan pemain dengan jumlah kill terbanyak.
Tetapi keputusanmu sebagai IGL selalu membuat tim mendapatkan posisi bagus.
Mungkin kamu bukan pemain yang membuat highlight.
Tetapi scouting yang kamu lakukan membuat squad menghindari rotasi berbahaya.
Atau mungkin kemampuan utility dan cover yang kamu berikan membuat Rusher tim bisa bermain jauh lebih agresif.
Itulah kekuatan sebuah squad.
Empat pemain tidak harus mempunyai kemampuan yang sama.
Mereka harus mempunyai kemampuan yang saling melengkapi.
Jadi kalau saat ini kamu sudah mempunyai squad PUBG Mobile, coba diskusikan bersama.
Siapa yang paling bagus membaca map?
Siapa paling kuat close combat?
Siapa paling tenang mengambil keputusan?
Siapa paling rajin memberikan informasi?
Siapa paling akurat dari jarak jauh?
Dari pertanyaan sederhana tersebut, kalian mungkin mulai menemukan pembagian role yang tepat.
Kemudian bawa pembagian tersebut ke scrim.
Uji.
Evaluasi.
Perbaiki.
Dan ulangi.
Karena squad kompetitif tidak terbentuk hanya karena empat orang menggunakan nama tim yang sama.
Squad terbentuk ketika empat pemain memahami apa tugas mereka dan bagaimana membantu satu sama lain untuk memenangkan pertandingan.


Top up di aplikasi lebih cepat dan mudah!