Cara Menjadi Pro Player PUBG Mobile: Dari Hobi hingga Menjadi Atlet Esports Profesional

Bermain PUBG Mobile bersama teman mungkin awalnya hanya menjadi hiburan.
Turun dari pesawat, mencari senjata, melakukan looting, mengejar musuh, bertahan sampai zona terakhir dan berharap mendapatkan tulisan Winner Winner Chicken Dinner.
Namun bagi sebagian pemain, permainan yang awalnya hanya sebuah hobi tersebut akhirnya berkembang menjadi sesuatu yang jauh lebih serius.
Mereka mulai berlatih.
Membentuk squad.
Mengikuti scrim.
Masuk turnamen komunitas.
Bertanding melawan tim yang lebih kuat.
Mengikuti trial.
Sampai akhirnya mengenakan jersey organisasi esports profesional dan bertanding membawa nama Indonesia.
Perjalanan tersebut bukan sekadar cerita.
Indonesia mempunyai banyak pemain PUBG Mobile yang membuktikan bahwa game dapat berkembang menjadi sebuah prestasi apabila dijalani dengan serius.
Salah satu cerita paling terkenal tentu datang dari dua saudara kembar, Made Bagas “Zuxxy” Pramudita dan Made Bagus “Luxxy” Prabaswara.
Keduanya kemudian menjadi bagian penting dari sejarah PUBG Mobile Indonesia bersama Bigetron Red Aliens.
Dari pemain yang menyukai game, mereka berkembang menjadi atlet esports yang dikenal bukan hanya di Indonesia tetapi juga oleh komunitas PUBG Mobile internasional.
Lalu pertanyaannya:
Bagaimana sebenarnya cara menjadi pro player PUBG Mobile?
Apakah cukup mempunyai aim bagus?
Apakah harus mempunyai perangkat mahal?
Bagaimana cara masuk tim esports?
Dan bagaimana perjalanan pemain profesional Indonesia sebelum akhirnya bisa berdiri di panggung besar?
Mari kita mulai dari sejarahnya.
Dari PUBG Menuju PUBG Mobile
Sebelum PUBG Mobile menjadi salah satu game mobile populer, konsep battle royale PUBG lebih dahulu dikenal melalui PLAYERUNKNOWN'S BATTLEGROUNDS (PUBG) di PC.
Konsep permainannya sederhana tetapi sangat menarik.
Banyak pemain masuk ke dalam satu area permainan.
Mereka harus mencari senjata dan perlengkapan sendiri.
Area aman semakin lama semakin mengecil.
Pemain atau tim terakhir yang mampu bertahan menjadi pemenang.
Konsep tersebut membuat setiap pertandingan terasa berbeda.
Tidak cukup hanya mempunyai kemampuan menembak.
Pemain juga harus memahami posisi, rotasi, zona, resource dan keputusan kapan harus bertarung atau menghindari pertempuran.
Ketika PUBG Mobile hadir, pengalaman battle royale tersebut dapat dimainkan melalui smartphone.
Hal ini membuka akses kepada jumlah pemain yang jauh lebih besar.
Di Indonesia, PUBG Mobile berkembang dengan cepat.
Komunitas terbentuk.
Turnamen mulai bermunculan.
Organisasi esports mulai membangun roster.
Dan perlahan muncul pemain-pemain yang menjadikan PUBG Mobile bukan lagi sekadar permainan, tetapi sebagai arena kompetisi profesional.
Munculnya Scene Kompetitif PUBG Mobile Indonesia
Pada masa awal berkembangnya PUBG Mobile, banyak tim dibentuk dari komunitas.
Pemain yang sering bermain bersama mulai membentuk squad tetap.
Mereka kemudian mencoba scrim dan turnamen.
Dari sinilah kemampuan mulai terlihat.
PUBG Mobile mempunyai karakter kompetitif yang sangat berbeda dibandingkan bermain public match.
Dalam pertandingan biasa, pemain mungkin bisa bermain sangat agresif.
Namun ketika bertemu tim kompetitif, setiap kesalahan dapat dihukum.
Salah melakukan rotasi bisa membuat seluruh tim terjebak.
Terlambat masuk zona bisa kehilangan posisi.
Salah memilih tempat bertahan bisa membuat squad diserang dari beberapa arah.
Karena itu organisasi esports mulai mencari pemain yang bukan hanya mempunyai aim bagus tetapi juga memahami strategi.
Indonesia kemudian melahirkan berbagai tim dan pemain yang mampu bersaing di level internasional.
Salah satu nama yang kemudian menjadi sangat terkenal adalah Bigetron Red Aliens.
Zuxxy dan Luxxy: Saudara Kembar yang Menjadi Bintang PUBG Mobile
Kalau membicarakan sejarah PUBG Mobile Indonesia, nama Zuxxy dan Luxxy sulit dilewatkan.
Made Bagas Pramudita dikenal dengan nickname Zuxxy, sementara saudara kembarnya Made Bagus Prabaswara menggunakan nama Luxxy.
Keduanya mempunyai perjalanan yang kemudian menjadi inspirasi bagi banyak pemain PUBG Mobile Indonesia.
Sebelum menjadi atlet esports terkenal, mereka adalah anak muda yang memang menyukai game.
Namun kemampuan tersebut tidak berhenti sebagai hobi.
Mereka masuk ke dunia kompetitif dan akhirnya bergabung dengan Bigetron.
Bersama roster Bigetron Red Aliens, nama Zuxxy dan Luxxy semakin dikenal.
Permainan mereka menunjukkan sesuatu yang penting tentang PUBG Mobile:
pemain profesional tidak hanya membutuhkan kemampuan menembak.
Zuxxy dikenal memiliki kemampuan membaca permainan dan memimpin tim, sementara Luxxy terkenal dengan kemampuan mekanik dan performanya sebagai pemain yang sangat berbahaya.
Kombinasi tersebut membantu Bigetron menjadi salah satu kekuatan besar PUBG Mobile pada masanya.
Ketika Bigetron Red Aliens Menjadi Juara Dunia
Salah satu momen penting dalam sejarah esports PUBG Mobile Indonesia terjadi pada PUBG Mobile Club Open (PMCO) Fall Split Global Finals 2019.
Bigetron Red Aliens tampil menghadapi tim-tim terbaik dari berbagai negara.
Mereka tidak hanya datang sebagai peserta.
Bigetron berhasil keluar sebagai juara dunia.
Prestasi tersebut menjadi salah satu tonggak besar bagi esports PUBG Mobile Indonesia.
Nama Zuxxy, Luxxy dan rekan-rekannya semakin dikenal oleh komunitas internasional.
Bagi pemain Indonesia, kemenangan tersebut mempunyai arti lebih besar daripada sekadar trofi.
Prestasi itu menunjukkan bahwa tim dari Indonesia mampu berdiri di level tertinggi kompetisi PUBG Mobile dunia.
Bigetron Kembali Membuktikan Kemampuan di Level Internasional
Perjalanan Bigetron tidak berhenti pada satu gelar.
Pada tahun berikutnya, Bigetron Red Aliens kembali mencatatkan prestasi besar dengan memenangkan PUBG Mobile World League (PMWL) Season Zero: East 2020.
Ini semakin memperkuat posisi mereka sebagai salah satu tim PUBG Mobile terbaik pada era tersebut.
Bayangkan perjalanan itu.
Awalnya bermain game.
Kemudian membangun kemampuan.
Masuk tim.
Mengikuti kompetisi.
Menjadi juara.
Dan akhirnya nama mereka dikenal oleh pemain dari berbagai negara.
Namun yang sering tidak terlihat adalah jumlah latihan yang harus dilakukan untuk mencapai level tersebut.
Pelajaran dari Perjalanan Pro Player
Melihat pemain profesional di panggung sering membuat semuanya terlihat mudah.
Mereka duduk.
Memegang smartphone.
Bermain.
Kemudian mendapatkan hadiah.
Padahal bagian yang terlihat oleh penonton hanyalah hasil akhirnya.
Di belakang pertandingan terdapat latihan berjam-jam.
Scrim.
Evaluasi.
Strategi.
Tekanan.
Pergantian roster.
Kekalahan.
Dan pertandingan yang harus dimainkan dengan konsentrasi tinggi.
Karena itu kalau ingin menjadi pro player PUBG Mobile, hal pertama yang harus diubah adalah cara berpikir.
Jangan hanya bermain. Mulailah berlatih.
1. Kuasai Dasar PUBG Mobile
Sebelum memikirkan organisasi esports besar, pastikan fundamental permainan sudah kuat.
Kamu harus memahami:
aim,
recoil control,
movement,
positioning,
throwable,
healing,
looting,
rotasi,
zona,
dan penggunaan kendaraan.
Kesalahan kecil dalam PUBG Mobile dapat memberikan dampak besar.
Berbeda dengan beberapa game lain yang memungkinkan pemain hidup kembali dengan cepat, satu kesalahan posisi dalam pertandingan kompetitif bisa membuatmu tereliminasi.
Karena itu fundamental harus dibangun terlebih dahulu.
2. Latih Aim Secara Konsisten
Kemampuan menembak tetap menjadi salah satu fondasi utama.
Namun jangan hanya menilai aim dari kemampuan mendapatkan kill.
Latih berbagai kondisi.
Close range.
Mid range.
Long range.
Spray.
Burst.
Tracking.
Flick.
Dan perpindahan target.
Pelajari recoil berbagai senjata.
Semakin familiar dengan senjata, semakin cepat kamu beradaptasi ketika loot tidak sesuai keinginan.
Pro player tidak selalu mendapatkan senjata favoritnya setiap pertandingan.
3. Pelajari Gyroscope
Banyak pemain kompetitif menggunakan gyroscope untuk membantu kontrol aim dan recoil.
Namun jangan menggunakan gyro hanya karena pro player menggunakannya.
Pelajari secara bertahap.
Cari sensitivitas yang nyaman.
Jangan menyalin sensitivitas pemain profesional secara mentah.
Ukuran perangkat, cara memegang smartphone, jumlah jari dan kebiasaan bermain dapat berbeda.
Setting terbaik adalah setting yang bisa kamu kontrol secara konsisten.
4. Tentukan Role dalam Squad
PUBG Mobile kompetitif bukan permainan empat orang yang bergerak sesuka hati.
Setiap anggota tim biasanya mempunyai tanggung jawab.
Ada IGL atau In-Game Leader.
Ada pemain yang berfungsi sebagai fragger.
Ada support.
Ada scout.
Pembagian tersebut bisa fleksibel tergantung tim.
IGL mempunyai peran sangat penting.
Ia harus membaca zona, menentukan rotasi, memilih posisi dan mengambil keputusan dalam tekanan tinggi.
Inilah alasan pemain dengan jumlah kill terbanyak belum tentu merupakan pemain paling penting dalam sebuah squad.
5. Belajar Membaca Zona
Zona merupakan bagian penting dari PUBG Mobile.
Pemain public match mungkin hanya bergerak ketika blue zone mulai mendekat.
Di pertandingan kompetitif, rotasi bisa direncanakan jauh sebelumnya.
Tim harus mempertimbangkan:
posisi zona,
jalur rotasi,
kendaraan,
terrain,
compound,
keberadaan tim lain,
dan kemungkinan zona berikutnya.
Terlambat beberapa detik saja dapat membuat jalur terbaik sudah dikuasai lawan.
Karena itu kemampuan membaca zona membedakan pemain biasa dengan pemain kompetitif.
6. Pelajari Rotasi
Rotasi berarti perpindahan dari satu area menuju area lain.
Kapan harus pindah?
Lewat jalur mana?
Menggunakan kendaraan atau berjalan?
Apakah harus mengambil compound?
Apakah area tersebut sudah ditempati?
Semua keputusan mempunyai risiko.
Tim dengan rotasi bagus terkadang bisa mendapatkan posisi akhir tanpa harus melakukan banyak pertarungan.
Posisi yang bagus kemudian membuat mereka mempunyai keuntungan besar ketika zona semakin kecil.
7. Jangan Terlalu Mengejar Kill
PUBG Mobile kompetitif bukan deathmatch.
Kill penting.
Tetapi survival dan placement juga sangat penting.
Melihat satu musuh bukan berarti harus langsung menembak.
Terkadang lebih baik membiarkan lawan lewat agar posisi tim tidak diketahui.
Menembak dapat memberikan informasi kepada tim lain.
Tim profesional selalu mempertimbangkan keuntungan dan risiko sebelum membuka pertempuran.
Inilah salah satu perubahan terbesar ketika pemain berpindah dari public match menuju competitive match.
8. Cari Squad yang Serius
Kalau ingin menjadi pro player, cepat atau lambat kamu membutuhkan tim.
Cari pemain yang mempunyai tujuan sama.
Bukan sekadar teman mabar yang online ketika sedang ingin bermain.
Squad kompetitif membutuhkan komitmen.
Jadwal latihan.
Pembagian role.
Evaluasi.
Komunikasi.
Dan kemampuan menerima kritik.
Tidak harus langsung bergabung dengan tim terkenal.
Banyak perjalanan besar dimulai dari roster kecil yang tidak dikenal siapa pun.
9. Mulai Ikut Scrim
Scrim adalah pertandingan latihan antar tim.
Ini merupakan salah satu langkah penting menuju dunia kompetitif.
Public match tidak bisa sepenuhnya menggantikan scrim.
Di scrim, kamu bertemu tim yang juga bermain serius.
Rotasi lebih teratur.
Positioning lebih disiplin.
Pertempuran lebih sulit.
Kesalahan lebih cepat dihukum.
Semakin sering mengikuti scrim berkualitas, semakin terbiasa kamu menghadapi ritme pertandingan kompetitif.
10. Ikuti Turnamen Kecil
Jangan menunggu turnamen besar.
Mulai dari kompetisi komunitas.
Turnamen lokal.
Turnamen online.
Atau kompetisi yang terbuka untuk pemain amatir.
Target awal tidak harus menjadi juara.
Target pertama adalah mendapatkan pengalaman.
Bagaimana rasanya bermain ketika pertandingan benar-benar menentukan?
Bagaimana komunikasi tim ketika berada di bawah tekanan?
Apakah keputusan masih bagus ketika zona buruk?
Pengalaman tersebut tidak bisa didapat hanya dari latihan.
11. Rekam dan Evaluasi Pertandingan
Setelah scrim atau turnamen, jangan langsung melupakan pertandingan.
Review.
Mengapa squad tereliminasi?
Rotasi terlambat?
Salah compound?
Kurang informasi?
Terlalu agresif?
Komunikasi buruk?
Atau memang kalah mekanik?
Kalau setiap kekalahan hanya dijawab:
“Apes zona.”
Perkembangan akan lambat.
Zona memang mempunyai unsur yang tidak bisa dikendalikan.
Namun tim hebat belajar memaksimalkan peluang dari kondisi yang diberikan.
12. Bangun Nama di Komunitas
Organisasi esports harus mengetahui keberadaanmu sebelum mereka bisa merekrutmu.
Prestasi turnamen adalah salah satu cara terbaik.
Selain itu, bangun reputasi positif di komunitas.
Ikut scrim.
Kenal pemain lain.
Ikuti kompetisi.
Bagikan gameplay jika diperlukan.
Streaming juga bisa membantu memperkenalkan kemampuan.
Namun jangan membangun nama karena toxic.
Industri kompetitif mempunyai jaringan yang cukup dekat.
Reputasi buruk dapat membuat kesempatan hilang.
13. Cari Kesempatan Trial
Ketika performa sudah cukup bagus, mulai cari kesempatan trial.
Tim semi-profesional maupun profesional terkadang mencari pemain baru.
Di sinilah kemampuanmu diuji.
Aim bagus saja belum cukup.
Tim akan melihat:
komunikasi,
disiplin,
pengambilan keputusan,
kemampuan mengikuti instruksi,
mental,
dan kecocokan dengan roster.
Kamu bisa menjadi pemain sangat hebat tetapi tetap gagal trial karena tidak cocok dengan kebutuhan tim.
Jangan langsung menyerah.
Gunakan pengalaman tersebut sebagai evaluasi.
14. Gunakan Perangkat yang Memadai, Tidak Harus Paling Mahal
Perangkat memang penting dalam game kompetitif.
FPS stabil dan respons layar dapat memengaruhi permainan.
Namun jangan berpikir harus mempunyai smartphone paling mahal sebelum mulai berlatih.
Gunakan perangkat yang mampu menjalankan permainan dengan stabil sesuai kemampuan.
Kalau skill berkembang dan mulai menghasilkan prestasi, peningkatan perangkat dapat dilakukan secara bertahap.
Jangan sampai keinginan menjadi pro player justru membebani keluarga hanya demi membeli perangkat mahal.
15. Jaga Kesehatan
Pro player tetap membutuhkan kondisi fisik yang baik.
Bermain terlalu lama tanpa istirahat bisa menurunkan konsentrasi.
Mata lelah.
Tangan sakit.
Postur tubuh bermasalah.
Tidur tidak teratur.
Semua itu dapat memengaruhi performa.
Latihan profesional bukan berarti bermain 15 jam tanpa berhenti.
Latihan harus mempunyai tujuan dan waktu istirahat.
16. Pendidikan Jangan Ditinggalkan Begitu Saja
Ini penting terutama bagi pemain yang masih muda.
Jangan langsung meninggalkan pendidikan hanya karena ingin menjadi atlet esports.
Persaingan sangat ketat.
Jumlah pemain yang ingin menjadi profesional jauh lebih banyak dibandingkan slot yang tersedia.
Bangun karier secara bertahap.
Buktikan perkembangan.
Ikuti turnamen.
Cari prestasi.
Kalau mulai mendapatkan peluang nyata, diskusikan dengan keluarga.
Perjalanan esports sebaiknya dibangun dengan perencanaan, bukan keputusan emosional.
Dari Pemain Biasa Menuju Atlet Esports
Zuxxy dan Luxxy tidak dikenal dunia hanya karena sering bermain PUBG Mobile.
Mereka dikenal karena prestasi.
Inilah perbedaan mendasar antara gamer dan atlet esports.
Seorang gamer bermain.
Seorang calon atlet berlatih.
Ia mempunyai target.
Mengevaluasi kesalahan.
Bekerja dengan tim.
Mengikuti kompetisi.
Menjaga performa.
Dan belajar menghadapi tekanan.
Kamu mungkin hari ini masih bermain bersama tiga teman dari rumah masing-masing.
Tidak ada yang salah dengan itu.
Banyak tim juga bermula dari lingkungan kecil.
Yang membedakan adalah apa yang dilakukan setelahnya.
Apakah Masih Bisa Menjadi Pro Player PUBG Mobile?
Selama ekosistem kompetitif masih berjalan, kesempatan tetap ada.
Namun jangan membayangkan jalannya mudah.
Pemain baru terus bermunculan.
Kemampuan mekanik semakin tinggi.
Strategi semakin berkembang.
Tim semakin profesional.
Karena itu standar untuk menjadi pemain profesional juga semakin tinggi.
Tetapi ada sisi positifnya.
Sumber belajar sekarang jauh lebih banyak.
Kamu bisa menonton pertandingan profesional.
Melihat POV pemain.
Mempelajari rotasi.
Menganalisis strategi.
Mengikuti komunitas.
Mencari scrim.
Dan membangun kemampuan dari level amatir.
Yang terpenting adalah mulai.
Penutup: Chicken Dinner Bukan Tujuan Terakhir
Mendapatkan Winner Winner Chicken Dinner memang menyenangkan.
Namun jika mempunyai mimpi menjadi pro player PUBG Mobile, perjalananmu harus melampaui sekadar memenangkan public match.
Mulailah memperbaiki aim.
Pelajari recoil.
Kuasai movement.
Pahami zona.
Belajar rotasi.
Cari squad.
Ikuti scrim.
Masuk turnamen.
Evaluasi pertandingan.
Bangun reputasi.
Dan cari kesempatan trial.
Perjalanan pemain seperti Zuxxy dan Luxxy menunjukkan bahwa pemain Indonesia mampu bersaing di level dunia.
Mereka pernah berdiri di titik ketika belum menjadi nama besar.
Kemudian latihan, kompetisi dan prestasi membawa perjalanan mereka jauh lebih besar.
Tentu tidak semua pemain akan menjadi juara dunia.
Tidak semua squad akan masuk tim profesional.
Dan tidak semua orang yang jago PUBG Mobile otomatis cocok menjadi atlet esports.
Tetapi kalau kamu memang ingin mencoba, lakukan dengan serius.
Jangan hanya berkata:
“Saya ingin menjadi pro player.”
Mulailah membangun sesuatu yang bisa membuktikannya.
Skill.
Squad.
Pengalaman scrim.
Prestasi turnamen.
Mental kompetitif.
Dan disiplin.
Karena jalan menuju panggung esports tidak dimulai ketika sebuah organisasi besar menghubungimu.
Perjalanan itu dimulai jauh sebelumnya.
Bisa jadi dimulai malam ini ketika kamu dan tiga temanmu masuk ke sebuah pertandingan, bukan lagi sekadar untuk mencari Chicken Dinner, tetapi untuk belajar bermain sebagai sebuah tim.


Top up di aplikasi lebih cepat dan mudah!