Cara Menjadi Pro Player Mobile Legends: Dari Hobi Main Game hingga Bisa Membanggakan Orang Tua

Cara Menjadi Pro Player Mobile Legends: Dari Hobi Main Game hingga Bisa Membanggakan Orang Tua

Bagi sebagian orang, bermain Mobile Legends mungkin hanya dianggap sebagai kegiatan untuk mengisi waktu luang. Pulang sekolah main satu atau dua pertandingan, malam hari push rank bersama teman, kemudian mencoba lagi keesokan harinya. Tidak sedikit pula orang tua yang masih menganggap bermain game terlalu lama sebagai kegiatan yang kurang bermanfaat.

Namun perkembangan esports dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan bahwa bermain game juga dapat berkembang menjadi sesuatu yang lebih serius.

Ada pemain yang awalnya hanya bermain dari rumah, mengikuti turnamen kecil bersama teman, mencoba masuk tim amatir, hingga akhirnya berdiri di panggung kompetisi profesional. Mereka tidak lagi sekadar bermain untuk mendapatkan bintang atau mencapai rank tertentu, tetapi membawa nama tim, mengikuti liga profesional, mendapatkan penghasilan, dan bahkan membanggakan keluarga.

Salah satu cerita yang menarik datang dari Vivi “Vivian” Indrawaty, salah satu nama besar di scene kompetitif Mobile Legends wanita Indonesia.

Perjalanan Vivian tidak dimulai dari kehidupan seorang atlet esports terkenal. Ia pernah menghadapi pandangan orang-orang yang menganggap bermain game tidak memiliki masa depan. Orang tuanya pun pada awalnya mempertanyakan kebiasaannya bermain game.

Namun Vivian memilih membuktikannya melalui prestasi.

Perjalanan panjangnya di dunia kompetitif membawanya menjadi bagian dari salah satu roster Mobile Legends wanita paling sukses. Kesuksesan tersebut pada akhirnya tidak hanya menghasilkan trofi. Vivian bahkan berhasil mewujudkan sesuatu yang jauh lebih berarti: membelikan rumah untuk ibunya.

Cerita seperti inilah yang membuktikan bahwa sebuah hobi bisa berkembang menjadi prestasi apabila dijalani dengan serius.

Tetapi ada satu hal yang harus dipahami sejak awal:

 Menjadi pro player Mobile Legends sangat berbeda dengan sekadar sering bermain Mobile Legends. 

Kalau kamu mempunyai mimpi menjadi pemain profesional, perjalanan sebenarnya baru dimulai ketika kamu berhenti sekadar bermain dan mulai berlatih.

Dari Hobi Mobile Legends Menjadi Sebuah Impian

Hampir semua pemain profesional berawal dari hal sederhana: mereka menyukai game yang dimainkan.

Tidak ada orang yang langsung membuka Mobile Legends untuk pertama kalinya kemudian beberapa bulan kemudian otomatis menjadi pemain MPL. Sebagian besar melewati ribuan pertandingan, kekalahan, pergantian role, pencarian tim, turnamen kecil, trial, sampai akhirnya mendapatkan kesempatan.

Karena itu, tidak ada yang salah apabila semuanya bermula dari hobi.

Mungkin awalnya kamu bermain karena diajak teman.

Kemudian mulai memahami hero.

Setelah itu rank semakin tinggi.

Kamu mulai menyadari bahwa kemampuanmu cukup bagus dibandingkan teman-teman di sekitar.

Lalu muncul keinginan:

"Bagaimana kalau saya serius menjadi pro player Mobile Legends?"

Pertanyaan tersebut sah-sah saja.

Namun mulai dari titik itu, cara berpikirmu juga harus berubah.

Player biasa bermain ketika ingin bermain. Calon pro player harus mengetahui apa yang ingin ditingkatkan setiap kali bermain.

Player biasa mengejar kemenangan.

Calon pro player mengejar peningkatan kemampuan.

Player biasa marah ketika kalah.

Calon pro player bertanya mengapa dirinya kalah.

Perbedaan kecil tersebut apabila dilakukan selama berbulan-bulan bisa menghasilkan perkembangan yang sangat besar.

Ingin Membanggakan Orang Tua? Buktikan dengan Tindakan

Salah satu tantangan terbesar calon pro player biasanya bukan berasal dari lawan di Land of Dawn.

Justru tantangannya sering datang dari rumah sendiri.

"Main game terus."

"Belajar yang benar."

"Memangnya main game bisa jadi pekerjaan?"

Kalimat seperti itu mungkin pernah didengar oleh banyak pemain muda.

Jangan langsung menganggap orang tua tidak mendukung impianmu. Dari sudut pandang mereka, kekhawatiran tersebut sebenarnya cukup masuk akal.

Mereka melihat anaknya menghabiskan waktu berjam-jam di depan smartphone. Sementara itu, mereka belum melihat hasil yang bisa menunjukkan bahwa kegiatan tersebut benar-benar sedang diarahkan menuju sesuatu yang serius.

Karena itu, jangan mencoba meyakinkan orang tua hanya dengan mengatakan:

"Nanti aku jadi pro player."

Tunjukkan melalui tindakan.

Sekolah tetap dijalankan.

Tanggung jawab di rumah tidak ditinggalkan.

Jam bermain diatur.

Tidak menghabiskan uang secara sembarangan.

Mulai mengikuti kompetisi.

Punya tim.

Punya target.

Dan yang terpenting, ada perkembangan.

Kisah Saykots menjadi contoh menarik.

Sebelum dikenal sebagai pemain profesional, keinginannya berkarier di esports sempat mendapatkan penolakan dari orang tua. Ia sudah mengikuti berbagai turnamen amatir dan memiliki sejumlah penghargaan, tetapi bahkan sempat menyimpan sertifikat serta pialanya.

Ketika orang tuanya akhirnya melihat bahwa apa yang dilakukan anaknya ternyata menghasilkan prestasi nyata, pandangan tersebut mulai berubah.

Dukungan pun datang.

Perangkat bermain diberikan dan koneksi internet di rumah ditingkatkan agar ia dapat berlatih lebih serius.

Artinya, terkadang cara terbaik mendapatkan dukungan bukan dengan berdebat dengan orang tua, tetapi dengan memberikan bukti bahwa kamu memang serius.

Kisah Vivian: Game yang Dulu Dipandang Sebelah Mata

Perjalanan Vivian juga memberikan pelajaran yang sangat penting bagi calon pro player.

Ia pernah merasakan bagaimana aktivitas bermain game dipandang sebelah mata. Bahkan sebagai perempuan yang menekuni esports, tantangannya saat itu tentu tidak ringan.

Namun Vivian terus berlatih dan membangun kariernya.

Ia kemudian menjadi bagian penting dari tim Mobile Legends wanita yang meraih berbagai gelar nasional maupun internasional.

Yang menarik, perubahan terbesar bukan hanya terjadi pada kariernya.

Pandangan keluarganya juga berubah.

Ibunya yang sebelumnya mempertanyakan aktivitas bermain game tersebut akhirnya dapat merasa bangga dengan prestasi anaknya.

Dan pada akhirnya, perjalanan esports Vivian membantunya mengubah kondisi keluarganya sampai mampu membelikan rumah untuk sang ibu.

Ini bukan berarti setiap orang yang bermain Mobile Legends pasti bisa membeli rumah.

Pesan yang jauh lebih penting adalah:

 Sebuah hobi baru memiliki nilai ketika kamu mau mengubahnya menjadi kemampuan, disiplin, prestasi, dan tanggung jawab. 

1. Tentukan Role Utama

Kalau ingin menjadi pro player Mobile Legends, jangan hanya bangga karena bisa memainkan banyak hero.

Kamu harus mempunyai identitas sebagai pemain.

Secara umum terdapat beberapa role utama dalam permainan:

  • Gold Lane
  • EXP Lane
  • Mid Lane
  • Jungler
  • Roamer

Mulailah menentukan role yang paling sesuai dengan kemampuanmu.

Misalnya kamu memiliki kemampuan mekanik tinggi dan cepat mengambil keputusan saat farming maupun team fight, Jungler mungkin cocok.

Kalau pandai membaca map, membuka vision, melindungi rekan satu tim dan melakukan setup war, kamu mungkin lebih cocok menjadi Roamer.

Kalau kuat dalam duel dan memahami timing untuk masuk ke team fight, EXP Lane bisa menjadi pilihan.

Tidak masalah mempelajari semua role. Bahkan pemahaman terhadap role lain sangat membantu meningkatkan game sense.

Tetapi jika targetnya masuk ke dunia kompetitif, kamu sebaiknya memiliki satu role utama yang benar-benar dikuasai.

2. Kuasai Banyak Hero dalam Role Tersebut

Menjadi hebat menggunakan satu hero memang menyenangkan.

Tetapi kompetisi profesional memiliki draft pick dan ban.

Bayangkan kamu seorang Jungler yang hanya benar-benar bisa memainkan satu hero. Begitu hero tersebut terkena ban, performamu langsung turun drastis.

Tim profesional tentu akan melihat kelemahan tersebut.

Karena itu, bangun hero pool.

Jika fokus menjadi Roamer, jangan hanya menguasai satu hero tank.

Pelajari hero dengan fungsi berbeda.

Ada hero untuk initiation.

Ada hero untuk counter-engage.

Ada hero untuk memberikan vision.

Ada pula hero yang lebih efektif menghadapi komposisi tertentu.

Prinsip yang sama berlaku untuk Gold Laner, Jungler, Mid Laner maupun EXP Laner.

Semakin fleksibel hero pool yang kamu miliki, semakin besar nilai yang bisa kamu berikan kepada sebuah tim.

3. Jangan Hanya Mengejar Rank

Rank tinggi memang penting.

Rank bisa menjadi salah satu indikator kemampuan individual dan membantu kamu bertemu pemain-pemain yang lebih kompetitif.

Namun rank bukan satu-satunya ukuran calon pro player.

Kamu mungkin sangat hebat bermain solo rank tetapi kesulitan ketika harus bermain dalam sistem tim.

Dalam pertandingan kompetitif, kamu tidak bebas melakukan apa pun sesuka hati.

Ada komunikasi.

Ada strategi.

Ada shot caller.

Ada pembagian resource.

Ada objektif.

Ada draft.

Ada rencana sebelum pertandingan.

Karena itu, jangan sampai tujuanmu hanya:

 "Pokoknya harus Mythical Immortal." 

Lebih baik tanyakan:

"Apakah decision making saya semakin bagus?"

"Apakah saya tahu kapan harus mengambil Turtle?"

"Apakah saya tahu posisi lawan tanpa harus melihat mereka?"

"Apakah saya bisa bermain saat tertinggal gold?"

"Apakah saya bisa berkomunikasi dengan tim?"

Pertanyaan-pertanyaan tersebut jauh lebih dekat dengan kebutuhan pemain kompetitif.

4. Pelajari Macro, Bukan Hanya Mekanik

Tangan cepat memang penting.

Namun Mobile Legends bukan pertandingan siapa yang paling cepat menekan tombol.

Pada level kompetitif, keputusan bisa lebih penting daripada mekanik.

Kamu perlu memahami hal-hal seperti:

rotasi,

lane management,

timing Turtle,

timing Lord,

penguasaan bush,

vision,

resource,

power spike hero,

posisi lawan,

trade objective,

dan kapan harus melakukan atau menghindari team fight.

Contoh sederhana:

Tim lawan mengambil Turtle.

Apakah kamu harus selalu memaksakan contest?

Belum tentu.

Jika posisi tim tidak memungkinkan, mungkin lebih menguntungkan mengambil turret di sisi lain atau mencuri jungle lawan.

Kemampuan mengambil keputusan seperti itulah yang membedakan pemain yang sekadar jago mekanik dengan pemain yang mempunyai game sense kompetitif.

5. Biasakan Menonton Ulang Pertandingan Sendiri

Ini salah satu kebiasaan yang sering dianggap membosankan.

Setelah kalah, kebanyakan pemain langsung menekan tombol untuk bermain lagi.

Padahal kekalahan bisa menjadi materi latihan terbaik.

Coba tonton kembali pertandingan.

Cari kesalahan.

Mengapa kamu mati pada menit ketiga?

Apakah karena mekanik?

Atau sebenarnya karena terlalu maju ketika posisi Jungler lawan tidak terlihat?

Mengapa Turtle kedua hilang?

Mengapa Gold Laner tidak mendapatkan ruang farming?

Mengapa Lord berhasil dicuri?

Tidak semua kekalahan terjadi karena teman satu tim.

Jika setiap kalah kamu selalu menyalahkan orang lain, perkembanganmu akan lambat.

Pro player harus mampu mengevaluasi dirinya sendiri.

6. Mulai Cari Tim

Mobile Legends adalah permainan lima lawan lima.

Karena itu, cepat atau lambat kamu harus belajar bermain dalam sebuah tim.

Mulailah dari lingkungan sederhana.

Bermain bersama teman yang memiliki tujuan sama.

Cari komunitas Mobile Legends.

Bergabung dengan tim amatir.

Ikuti scrim.

Coba membangun roster tetap.

Tidak perlu langsung berharap direkrut organisasi esports besar.

Tim kecil pun bisa menjadi sekolah yang sangat berharga.

Dari sana kamu belajar datang tepat waktu, mengikuti jadwal latihan, menerima kritik, menjalankan strategi dan mengendalikan ego.

7. Ikuti Turnamen Kecil

Jangan meremehkan turnamen kecil.

Turnamen komunitas, kompetisi lokal maupun turnamen online dapat menjadi tempat menguji kemampuan.

Rank dan pertandingan kompetitif mempunyai tekanan berbeda.

Di ranked, kalah satu pertandingan mungkin hanya kehilangan bintang.

Di turnamen, satu kesalahan dapat membuat tim tersingkir.

Tekanan seperti inilah yang harus mulai dibiasakan.

Dari turnamen kecil kamu juga bisa membangun rekam jejak.

Tidak harus langsung juara.

Masuk semifinal secara konsisten saja sudah menunjukkan bahwa timmu mempunyai potensi.

Kemudian coba naik ke kompetisi yang lebih besar.

 Mulailah dari tempat yang tersedia, bukan menunggu kesempatan sempurna datang. 

8. Bangun Nama di Komunitas

Skill sangat penting, tetapi orang lain juga harus mengetahui bahwa kamu memiliki skill tersebut.

Banyak calon pemain profesional mulai dikenal melalui leaderboard, turnamen komunitas, scrim maupun konten.

Kamu bisa mulai membangun personal branding.

Tidak harus menjadi streamer terkenal.

Cukup tunjukkan kemampuan secara konsisten.

Misalnya mengunggah gameplay, highlight pertandingan, analisis hero atau pencapaian turnamen.

Namun hindari membangun nama dengan toxic.

Industri esports sebenarnya tidak sebesar yang dibayangkan. Reputasi buruk bisa ikut terbawa ketika kamu mencari tim.

Player yang jago tetapi sulit bekerja sama belum tentu lebih menarik dibandingkan player yang sedikit di bawahnya secara mekanik tetapi disiplin, komunikatif dan mau belajar.

9. Cari Kesempatan Trial

Ketika kemampuan sudah cukup matang, mulai cari informasi mengenai trial tim.

Jangan malu memulai dari level bawah.

Banyak orang membayangkan menjadi pro player berarti langsung masuk roster utama tim besar.

Padahal jalurnya bisa jauh lebih panjang.

Tim komunitas.

Turnamen amatir.

Trial.

Akademi.

Liga pengembangan.

Baru kemudian mendapatkan kesempatan bermain di level yang lebih tinggi.

Kalau gagal trial, jangan langsung menganggap mimpi selesai.

Cari tahu penyebabnya.

Hero pool kurang?

Komunikasi kurang?

Macro belum bagus?

Mental saat pertandingan buruk?

Mekanik belum memenuhi standar?

Gunakan kegagalan tersebut sebagai evaluasi.

10. Latihan Serius Bukan Berarti Main 15 Jam Tanpa Berhenti

Ini penting.

Bermain sepanjang hari tidak otomatis membuat seseorang menjadi lebih hebat.

Latihan harus mempunyai tujuan.

Misalnya hari ini fokus memperbaiki laning.

Besok mempelajari matchup hero.

Kemudian latihan komunikasi melalui scrim.

Setelah itu review pertandingan.

Tubuh juga membutuhkan istirahat.

Tidur cukup, makan teratur dan aktivitas fisik tetap penting. Konsentrasi, refleks dan kemampuan mengambil keputusan bisa menurun ketika tubuh kelelahan.

Menjadi pro player bukan alasan untuk merusak kesehatan.

Justru kalau ingin menjadikan esports sebagai karier, kamu harus memperlakukan tubuh seperti aset seorang atlet.

11. Belajar Menerima Kritik

Suatu hari mungkin ada pelatih yang mengatakan permainanmu buruk.

Ada rekan tim yang menunjukkan kesalahanmu.

Ada trial yang menyatakan kamu belum cukup bagus.

Ada penonton yang mengkritik permainanmu.

Mental seperti ini harus dibangun sejak awal.

Bedakan antara hinaan dan kritik yang berguna.

Tidak semua komentar harus didengarkan.

Tetapi jangan pula menolak semua kritik hanya karena merasa sudah hebat.

Kadang satu masukan dari orang yang lebih berpengalaman bisa memperbaiki kesalahan yang tidak kamu sadari selama berbulan-bulan.

12. Jangan Abaikan Pendidikan dan Rencana Masa Depan

Ini mungkin bagian yang kurang menarik bagi sebagian calon pro player, tetapi sangat penting.

Karier esports tidak selalu panjang.

Persaingan terus berjalan dan pemain baru terus bermunculan.

Karena itu, jangan menganggap menjadi pro player berarti semua hal lain harus ditinggalkan.

Jika masih sekolah, selesaikan pendidikan dengan baik.

Belajar mengatur waktu.

Selain kemampuan bermain, pelajari juga kemampuan lain yang masih berhubungan dengan industri.

Esports tidak hanya membutuhkan pemain.

Ada coach, analyst, caster, content creator, streamer, event organizer, social media specialist dan berbagai profesi lainnya.

Kalaupun suatu saat perjalanan sebagai pemain profesional berhenti, pengalaman dan pengetahuan yang kamu miliki masih dapat membuka pintu lain.

13. Jangan Jadikan Uang Sebagai Satu-satunya Tujuan

Melihat pro player terkenal mendapatkan gaji, hadiah turnamen, endorsement dan penghasilan dari streaming memang menarik.

Tetapi jika alasanmu bermain hanya uang, kamu kemungkinan akan cepat menyerah.

Sebelum menghasilkan uang, ada proses panjang yang mungkin tidak menghasilkan apa pun.

Kamu bisa mengikuti turnamen berkali-kali dan kalah.

Bisa gagal trial.

Bisa kehilangan tim.

Bisa melihat teman yang menurutmu kemampuannya tidak jauh berbeda justru mendapatkan kesempatan lebih dahulu.

Karena itu, cintai prosesnya.

Kejar kemampuan dan prestasi terlebih dahulu.

Penghasilan merupakan sesuatu yang dapat mengikuti ketika kemampuanmu sudah mempunyai nilai.

14. Tetapkan Target yang Masuk Akal

Daripada menulis:

 "Tahun depan harus masuk MPL." 

Buat target bertahap.

Contohnya:

Bulan pertama meningkatkan hero pool menjadi lima hero utama.

Bulan kedua mencari roster tetap.

Bulan ketiga mulai rutin scrim.

Berikutnya mengikuti turnamen komunitas.

Target berikutnya masuk delapan besar.

Kemudian mencoba turnamen lebih besar.

Setelah mempunyai rekam kompetitif, mulai mencari kesempatan trial.

Target kecil jauh lebih mudah dievaluasi.

Kamu bisa mengetahui apakah perjalananmu benar-benar maju atau hanya menghabiskan waktu bermain.

15. Jadikan Orang Tua Sebagai Alasan untuk Semakin Disiplin

Kalau salah satu alasanmu ingin menjadi pro player adalah membanggakan orang tua, jadikan itu sebagai sumber disiplin.

Bukan sebagai alasan untuk memaksakan keadaan.

Jangan meminta perangkat mahal apabila keluarga belum mampu.

Jangan menggunakan uang sekolah untuk membeli item game.

Jangan berbohong hanya agar bisa bermain.

Dan jangan meninggalkan semua kewajiban dengan alasan sedang mengejar karier esports.

Kalau benar-benar ingin membanggakan orang tua, tunjukkan bahwa Mobile Legends membuatmu menjadi pribadi yang lebih bertanggung jawab.

Vivian bisa membanggakan ibunya bukan karena ia bermain game sepanjang hari.

Ia membanggakan keluarganya karena berhasil mengubah kemampuan tersebut menjadi prestasi nyata melalui perjalanan bertahun-tahun.

Itulah perbedaannya.

Jalan Menjadi Pro Player Tidak Selalu Mulus

Ada satu bagian dari perjalanan pro player yang jarang terlihat di media sosial.

Kegagalan.

Kita sering melihat foto pemain mengangkat piala.

Kita melihat panggung besar.

Kita melihat jersey tim profesional.

Kita melihat hadiah turnamen.

Tetapi kita tidak selalu melihat berapa kali mereka kalah sebelum sampai ke sana.

Saykots misalnya, tidak langsung mendapatkan perjalanan sempurna ketika mencoba mengejar karier esports. Ia pernah meninggalkan daerah asalnya untuk mengejar kesempatan di Jakarta. Tim yang menjadi bagian dari perjalanan awalnya kemudian bubar dan ia sempat menjalani periode tanpa pemasukan.

Namun perjalanan tersebut tidak berhenti di sana.

Pengalaman seperti ini menunjukkan bahwa menjadi pemain profesional membutuhkan kesiapan menghadapi ketidakpastian.

Karena dunia kompetitif memang keras.

Hari ini kamu bisa menjadi pilihan utama.

Besok ada pemain muda baru dengan kemampuan luar biasa.

Hari ini hero andalanmu masuk META.

Update berikutnya META berubah total.

Karena itu, salah satu kemampuan terpenting seorang pro player adalah beradaptasi.

Apakah Semua Pemain Mobile Legends Bisa Menjadi Pro Player?

Secara teori, siapa pun boleh mencoba.

Tetapi tidak semua orang akan berhasil menjadi pemain profesional.

Itu kenyataan yang harus diterima.

Jumlah pemain Mobile Legends sangat besar, sementara kursi di tim profesional terbatas.

Namun hal tersebut bukan alasan untuk tidak mencoba.

Yang penting adalah mencoba dengan cara yang benar.

Berikan batas waktu dan target kepada diri sendiri.

Misalnya selama satu tahun kamu serius meningkatkan kemampuan dan mengikuti kompetisi.

Catat perkembangan.

Apakah rank meningkat?

Apakah kualitas lawan meningkat?

Apakah mulai mendapatkan koneksi dengan komunitas kompetitif?

Apakah sudah masuk roster?

Apakah mulai mendapatkan hasil di turnamen?

Apakah ada kesempatan trial?

Kalau jawabannya semakin banyak "ya", lanjutkan.

Kalau tidak ada perkembangan sama sekali, evaluasi.

Mungkin metode latihannya salah.

Mungkin role yang dipilih kurang cocok.

Atau mungkin ada jalur lain di dunia esports yang ternyata lebih sesuai dengan kemampuanmu.

Mengejar mimpi tidak berarti menutup mata terhadap kenyataan.

Dari Kamar Kecil Menuju Panggung Besar

Setiap pro player mempunyai titik awal.

Ada yang memulai dari smartphone sederhana.

Ada yang bermain bersama teman sekolah.

Ada yang mengikuti turnamen kecil.

Ada yang awalnya tidak mendapatkan restu keluarga.

Ada pula yang tidak pernah membayangkan bahwa suatu hari dirinya akan mengenakan jersey tim profesional.

Tidak ada yang mengetahui seberapa jauh kemampuanmu bisa berkembang sebelum kamu benar-benar mencoba.

Vivian pernah berada di masa ketika hobinya bermain game dipandang sebelah mata.

Bertahun-tahun kemudian, ia memiliki sederet prestasi di dunia Mobile Legends dan mampu memberikan sesuatu yang sangat berarti kepada keluarganya.

Saykots juga pernah berada di posisi seorang anak yang harus meyakinkan orang tua bahwa ketertarikannya terhadap Mobile Legends bukan sekadar membuang waktu.

Kisah mereka tidak berarti bahwa semua orang akan mendapatkan perjalanan dan hasil yang sama.

Justru ada pelajaran yang jauh lebih berharga:

 Hobi saja tidak cukup. 

Hobi harus bertemu dengan disiplin.

Skill harus bertemu dengan latihan.

Mimpi harus bertemu dengan usaha.

Dan kesempatan harus bertemu dengan kesiapan.

Penutup: Mainlah dengan Tujuan

Kalau hari ini kamu masih bermain Mobile Legends dari kamar sambil bermimpi suatu saat bisa berdiri di panggung besar, jangan merasa mimpi itu terlalu jauh.

Tetapi jangan pula menganggap mimpi tersebut akan datang hanya karena kamu bermain setiap hari.

Mulailah mengubah cara bermain.

Tentukan role.

Perbesar hero pool.

Pelajari macro.

Cari tim.

Ikuti scrim.

Masuk turnamen.

Evaluasi permainan.

Bangun relasi.

Cari trial.

Jaga kesehatan.

Tetap selesaikan tanggung jawab di dunia nyata.

Dan terus ukur perkembanganmu.

Siapa tahu pertandingan yang hari ini kamu mainkan bersama teman-teman hanyalah halaman pertama dari perjalanan yang jauh lebih panjang.

Mungkin suatu hari orang tua yang sebelumnya berkata,

"Main game terus buat apa?"

justru menjadi orang yang paling bangga melihatmu berdiri di atas panggung membawa piala.

Tidak semua orang akan menjadi pro player.

Tidak semua perjalanan akan berakhir seperti Vivian atau pemain profesional lainnya.

Namun satu hal yang pasti: kalau ingin mengetahui seberapa jauh kemampuanmu bisa membawa dirimu, berhentilah sekadar bermain dan mulailah berlatih dengan tujuan. 

Karena seorang pro player tidak lahir hanya dari banyaknya pertandingan yang dimainkan.

Mereka lahir dari ribuan keputusan untuk terus belajar, memperbaiki kesalahan, menerima kekalahan, dan mencoba lagi.

Beli / Top-up Sekarang ← Kembali ke Berita